Dec 7, 2012

Membuat Miniatur F22 Raptor - Part 5

Ok, setelah persiapan untuk pencetakan beres, sekarang kita siapkan Silicone Rubbernya. Yang perlu diingat adalah, harga Silicone Rubber ini lumayan mahal, harga di saat saya membuat tulisan ini adalah Rp. 129.000,- untuk satu kaleng plastik seberat 1 Kg, plus cairan katalis sebagai campurannya.

Warna Silicone Rubber yang pucat menandakan kurangnya cairan katalis, membuat adonan ini tak bisa mengeras

Penggunaan Silicone Rubber harus dicampur dengan katalisnya, dan mencampur Silicone Rubber dengan katalisnya ini gampang-gampang susah. Kalau terlalu sedikit katalisnya, maka si Silicone Rubber ini tidak akan mengeras walau didiamkan berminggu-minggu sekalipun. Tapi sebaliknya bila terlalu banyak katalisnya, maka akan cepat mengeras dan menciptakan lubang-lubang kecil akibat banyaknya angin yang terjebak di dalamnya. Lubang-lubang ini tentu saja sangat mengganggu karena akan membuat hasil cetakan tidak halus nantinya.

Cetakan bagian bawah telah selesai, lanjut ke baian atasnya


Jadi sebelum membuat cetakan dari Silicone Rubber dengan ukuran yang besar, sebaiknya berlatih dulu membuat cetakan dengan ukuran yang kecil. Warna campurannya jangan terlalu pucat, tapi juga jangan terlalu merah. Normalnya, pengerasan makan waktu sekitar 1 hari. Kalau hasilnya sudah bagus, dari warna cetakan tersebut bisa dijadikan acuan untuk mencampur antara Silicone Rubber dan katalisnya.

Setelah adonan kita buat, kita tuangkan secara merata di atas master yang akan kita buat cetakannya.

Sampai sini, akhirnya saya menyadari bahwa untuk membuat cetakanan pesawat F22 ini dengan menggunakan Silicone Rubber, adalah cara yang sangat BOROS dan tidak efisien, karena bisa menghabiskan 3 kaleng Silicone Rubber. Namun karena saya terlanjur bereksperimen, maka saya lanjutkan saja sambil terus mempelajari bagaimana Trial and Errornya.

Sayap ekor yang menjulang ke atas, akan membutuhkan banyak sekali silicone rubber untuk bisa merendamnya. Maka saya putuskan hanya menggunakan adonan sebatas menutupi badan, sedangkan untuk bagian sayap ekor saya oleskan saja adonannya. Setelah adonan kering, pada bagian sayap ekor saya lapisi lagi dengan silicone rubber yang dicampur dengan serat fiber.

Karena hasil cetakan F22 ini tidak rata pada permukaannya, maka saya mencoba membuat penampang atau penahan cetakan Silicone Rubber ini menggunakan resin/fiber, hingga saat akan membuat cetakan, penahan dari fiber ini bisa menahan karet silikon agar bentuknya tidak berubah saat diisi cairan resin. Dan pada saat dikareti untuk merekatkan cetakannya, bentuk si cetakan tidak terlalu banyak tertekan juga.

Akhirnya tiba saatnya momen pembuktian. Cetakan silicon sudah saya pasangkan, ditambah dengan penopang fibernya, lalu diikat dengan karet hingga saya rasa cukup kencang.

Oya, sebagai catatan, saat saya akan membuat miniatur F 22 ini, yang saya pikirkan adalah bahwa hasilnya nanti akan berupa benda solid, padat sampai ke dalamnya.

Jadi dengan cetakan silicone ini, maka hasil yang saya harapkan tentu miniatur F22 yang tidak kopong dalamnya. Konsekwensinya tetnu hal ini membutuhkan banyak cairan resin.
Bagaimanakah hasilnya? Kita lanjut ke bagian berikutnya.
Categories:

0 comments:

Post a Comment