Mar 26, 2014

Cicilan 0% yang Tidak Benar-benar 0%

Beberapa waktu yang lalu saya memutuskan membeli handphone Nokia jenis C6 di Sentral Ponsel Depok, dengan harapan bisa lebih irit dengan sistem pembayaran cicilan selama 6 bulan menggunakan kartu kredit BCA dengan bunga 0%. Saya cek di situs sentra ponsel, hape jenis ini dibandrol dengan harga sekitar 2,6jt. Saya pikir denga fitus HSDPA, camera 5Megapixel, touchscreen dan keyboard QWERTY, harga tersebut sesuai dengan fitur-fitur yang terdapat di dalamnya.

Saya tanyakan pada si panjaga counter, berapa harga hape tersebut kalau dengan kartu kredit BCA nol persen. Dijawabnya harganya sekitar 2,8 juta. Bukannya 2,6jt, seperti yang saya liat di website? Tanya saya ke si penjaga. 'Iya itu kalau beli tunai Pak,' Jawab si wanita penjaga counter . Kalau saya beli pakai kartu kredit tanpa nol persen berapa? Tanya saya lagi. Sekitar 2,7jt, jawabnya.

Loh, kok bisa beda-beda gitu harganya? "Ya kita hanya kejalanin ketentuan yang udah ada, Pak." Jawab si penjaga toko lagi. Kalau harganya dinaikin dulu sama aja cicilannya bukan 0% dong? "Ya emang udah begitu, Pak." Jadi inget tentang paradox discount baju di mall, kata orang2 harga nya dinaikin dulu sebelum didiscount, walaupun saya belum tau kebenarannya. Jadi inget juga omongan seorang marketing property, intinya si penjual gak mau keuntungannya berkurang dari margin yang telah ditetapkan.

Misalnya untuk 1 rumah, keuntungan yang ditargetkan adalah 20jt, nilai itu tak boleh berkurang. Walaupun si developer gembar-gembor memberikan Cash Back, bonus alat elektronik, tambah fasilitas Fasos-Fasum, itu semua akan dibebankan pada si konsumen. Yang jelas keuntungan 1 rumah harus 20jt! Tuh, kan...
Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment