Mar 24, 2014

Beli yang Mahal Asal Bagus, daripada Murah tapi Cepat Rusak

Belum lama saya beli jam tangan, yang katanya sih lagi diskon. Saya beli di took online seharga 200rb. Baru beberapa hari, karena tergoncang, jarumnya lepas hingga tidak bisa dipakai lagi. Saya beli karena harganya murah, dan karena saya beli online saya jadi gak tau kualitas sebenarnya, selain dari melihat gambar yang ditampilkan.

Sebelumnya juga pernah, beli UPS seharga 300rb. Akibatnya, saat mati listrik komputer pun ikut mati. Haha! Lantas buat apa dipakein UPS? Akhirnya saya beli UPS baru dengan merk yang lebih dikenal, dengan harga dua kali lipat. Sukurlah bisa berfungsi sebagai mana mestinya, komputer tetap menyala pada saat listrik mati.

Yang lebih parah, dulu saat saya masih kerja inhouse, kantor saya membeli banyak UPS murahan seperti saya tadi. Bisa ditebak akhirnya UPS itu pun jadi sia-sia. Komputer ikut mati saat listrik mati! Lain lagi dengan kantor sebelumnya, yang memasang jaringan internet dengan paket murah tapi ingin koneksinya bagus dan digunakan oleh banyak karyawan.

Akhirnya saya yang kebetulan ngerti sedikit tentang internet yang selalu ketiban sial harus menghubungi bagian teknikal support untuk mengajukan complain, dan meminta agar koneksi internetnya diperbaiki. Padahal persoalannya sudah sangat jelas, menggunakan paket internet yang ekonomis ya jangan mengharap kualitas koneksi yang bagus!

 Orang bilang harga tidak akan bohong. Itu seringkali benar. Jadi sebelum memutuskan membeli sesuatu yang murah tapi diragukan kualitasnya, lebih baik membeli yang sedikit mahal tapi awet. Murah tapi cepat rusak jelas bukan pengiritan, tapi pemborosan namanya!
Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment