Mar 25, 2014

Belajar dari Siapa Saja, Bayar dengan Apa Saja

Sekitar tahun 1995, system Windows merupakan sesuatu yang baru di dunia. Dan komputer, adalah perangkat elektronik yamg mahal yang hanya bisa dimiliki orang tertentu saja. Saya sebagai seseorang yang senang menggambar, merasa bahwa keterampilan mengoparasikan komputer akan sangat bermanfaat dalam kegiatan saya menggambar. Bahkan untuk mencari uang.

Untuk bisa ikut les komputer khusus desktop publishing butuh biaya mahal. Membeli perangkat komputer sendiri pun mustahil buat saya waktu itu. Kebetulan saya punya seorang teman yang punya seperangkat komputer. Saya kadang bermain ke rumahnya untuk meminjam komputernya saat tidak digunakan untuk belajar CorelDRAW. Kadang saya juga minta diajarkan pada teman saya itu.

Walau namanya teman, rasa tak enak kadang menghapiri juga kalau sering minjam komputer orang. Sementara kalau harus membayar pun malah tidak etis jadinya. Jadi akhirnya saya memberikan sebuah lukisan sebagai tanda terima kasih atas kesediaan teman saya meminjamkan komputernya serta mengajari saya aplikasi CorelDRAW.

Ada lagi, om teman saya adalah seorang penerjemah untuk film. Saya pernah memberanikan diri minta diajarkan bahasa Inggris plus cara menerjemahkan film pada om teman saya tersebut. Sebagai imbal baliknya saya bersedia membersihkan rumah atau mencuci piring-piring kotor di rumahnya, mengingat om teman saya itu tinggal sendiri alias belum menikah. Akhirnya om teman saya memberikan skrip-skrip film lama yang sudah selesai diterjemahkan untuk saya pelajari.

 Jadi tak cukup belajar hanya mengandalkan sekolahan. Mata pelajaran yang diajarkan di sekolah lebih banyak yang tidak bisa diterapkan di dunia nyata, alias tidak berguna. Untuk mengimbanginya, kita harus jeli untuk mempelajari keterampilan-keterampilan yang bisa bermanfaat untuk mencari penghasilan. Dan ketiadaan uang seharusnya tidak menjadi penghalang dalam kita mencari ilmu.
Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment